Hasil copas dari jis
Tulisan ini saya ambil dari tulisan master di luar sana. Bukan berarti master tersebut orang Google atau yang membuat algotitma buat mesin cari Google, tapi hanya analisa beliau saja tentang bagaimana cara google mengindetifikasi sebuah postingan itu paid review atau bukan, berisi link berbayar apa bukan. Meskipun hanya berupa analisa, tapi disertai dengan alasan-alasan yang kuat. Dalam tulisannya master tersebut mengambil sumber dari beberapa tulisan.
Ada 5 cara google mengidentifikasi apakah tulisan tersebut dikategorikan paid review atau bukan. Sebenarnya gak cuman 5 sih, tapi menurut beliau 5 cara inilah yang paling umum.
1. Iklan di tengah posting.
Kebanyakan broker paid review melarang meletakkan iklan di tengah posting paid review. Misalnya Google adsense, Adbrite, dan banner lain. Dengan adanya iklan ini, google mengira postingan tersebut bukan paid review.
2. Inline text Ads.
Inline text Ads ini iklan juga. Jika ada keyword2 tertentu di kalimat postingan maka akan muncul pop up. Inline text ads misalnya kontera, inline text adsnya link worth, inline text adsnya TLA, Chitika dan masih banyak lagi. Nah, kebanyakan broker paid review melarang memasang iklan ini. Jadi oleh Google justru jika ada inline text ads dikira bukan paid review.
3. Link ke beberapa domain dalam sebuah postingan.
Jangan khawatir membuat tautan dalam sebuah blog. Selain menolong teman menambah backlink, Google gak akan menilai tautan tersebut sebagai paid review. Bagaimana membedakannya? Ya dengan link ke beberapa domain/blog/situs, hal itu tidak diidentifikasi sebagai paid review. Tapi walaupun ada 3 link, kalo 3 link tsb hanya menuju ke satu domain saja, akan kelihatan sekali kalo postingan tersebut adalah paid review. Kadang-kadang kita lihat ada advertiser yang menyertakan link ke wikipedia, itu sangat membantu publisher. Setidaknya ga’ semua link menuju ke situsnya advertiser.
4. Postingan jumlahnya 50 kata.
Apa google menghitung jumlah kata dalam postingan? Sebenarnya saya kurang yakin. Tapi kata si master, panjangnya postingan yang berakhir di angka 50 (misal ada 50, 51, 5x kata), kemudian di apit oleh beberapa link, wah jelas diketahui sebagai paid link, eh paid reveiw. Bagaimana kalo jumlah kata dalam postingan itu 100, 150, 200 kata? Mungkin juga, tapi saya gak mau berasumsi.
5. Tidak ada kaitan antara link dengan topik utama sebuah blog.
suaya postingan review gak kelihatan google pakai plugin ini : http://wordpress.org/extend/plugins/wp-low-profiler/faq/
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
If you're looking for a reputable contextual advertising company, I suggest you have a look at PropellerAds.
ReplyDelete